Posted by: ikhfa | July 20, 2009

100 Tingkat

Kenapa surga dan neraka diciptakan bertingkat-tingkat? Wallahu a’lam, terserah Allah itu mah, da Allah yang bikin.

Hanya mungkin hikmahnya.. bahwa orang baik dan orang jahat pun ada tingkatan-tingkatannya. Jadi yang sama-sama orang baik bisa jadi dapet tingkatan surga yang berbeda, yang sama-sama orang jahat juga bisa jadi dapet tingkatan neraka yang berbeda.

Dua orang yang sama-sama beramal di Karisma/Gamais/Himpunan misalnya. Bisa jadi yang satu dapet surga tingkat 23, dan yang satu lagi dapet surga tingkat 81. Waw! kok bisa? kalo kata mantan mentor sih, itu tergantung seberapa besar pengorbanan yang diberikan.

Pengorbanan tidak berbicara tentang angka/jumlah, melainkan persentase. Pengorbanan orang yang menyumbangkan Rp.1000 tapi cuma punya uang Rp.1200, (umumnya) lebih besar dibandingkan pengorbanan orang yang menyumbangkan Rp.100rb padahal punya uang Rp.1 milyar, karena persentasenya lebih besar. Pengorbanan mahasiswa yang menggunakan kendaraan umum untuk ke kampus, (umumnya) lebih besar dibandingkan mahasiswa yang menggunakan kendaraan pribadi.

Mungkin karena itulah ketika Umar ra. membandingkan infaqnya dengan infaq Abu Bakar ra., yang dilihat adalah persentasenya, bukan ukurannya. Umar ra. berinfaq setengah hartanya, Abu Bakar ra. berinfaq seluruhnya. Bukan melihat jumlah infaqnya…

Nah, karena hidup dan mati cuma sekali, dan di surga ntar bakal selamanya. Mending kejar surga tingkat yang paling tinggi. Dengan pengorbanan ‘paling tinggi’ juga, tentunya.. ;)

Posted by: ikhfa | July 17, 2008

Kangen Band…

Kangen Bandung

Posted by: ikhfa | June 5, 2008

Tausyiah Singkat

Inbox HP penuh (maklum HP lama), saatnya memindahkan sms…

“A winner is someone who always step up 4 every failure.. Jika saja langkah ini tak bertemu tatihnya maka sungguh aku tak hendak memilih DIAM, tapi terus bergerak hingga kujumpa dengan nyata MIMPIKU.. Selamat beraktivitas hari ini, semoga berkah ALLAH selalu terlimpah lewat senyum tulus di wajahmu” [5 Juni 2008, dari Bu Kadiv]

“God loves failures, that’s why there are so many of us. Trying n failing is better than doing nothing and succeed. INSPIRE other failures so that they get up again” [30 Mei 2008, dari Teteh LPMPP]

“You may have someone in your heart, someone in your mind, someone in your life, someone in your soul.. But.. ALLAH is The One when you’ve none or losted someone, ALLAH loves you more than you know” [24 Mei 2008, dari Bu Kadiv]

“Jangan pernah berhenti mengepakkan sayapmu. Biarkan ujian-ujian membuatmu kuat, biarkan jiwa-jiwa sabar menjadi penyejuk bagimu. Karena Allah bersama orang-orang yang sabar… Smangat![UchanLPMPP27]” [21 Mei 2008, dari -udah jelas-]

“Gunakan kacamata: SYUKUR, ketika kita dianugerahi Allah kesempatan waktu lebih banyak di jalan-Nya. IKHLAS, saat ketidaksempurnaan Allah ujikan kita. SABAR & MAHABBAH pada Allah dalam arungi perjuangan da’wah ini” [14 Mei 2008, dari Teteh LPMPP]

“Betapa baiknya keimanan bila dihiasi dengan ilmu, dan alangkah indahnya ilmu yang dipercantik dengan amal, serta amal yang dipolesi dengan kelembutan (dinukil dari Min Hadyi Salaf fi Thalabil ‘Ilmi:32)” [10 Mei 2008, dari Bu Kadiv]

“Semoga harinya penuh keindahan, penuh pelajaran, penuh hikmah, penuh kebahagiaan.. Tak ada masalah dengan kesulitan, tak ada masalah dengan kesusahan, mari hadapi saja dengan senyuman.. Bismillaahi tawakkaltu ‘alallahi laa haula wa laa quwwata illaa billaah.. Karena hidup adalah perjuangan, so Selamat Berjuang hari ini!.. SEMANGAT!! ^_^” [7 Mei 2008, dari Akang mantan LPMPP]

Posted by: ikhfa | May 20, 2008

Rapat Hari Ini

Hari ini ada rapat jam 6.25-8.00 di korut salman. Dipikir-pikir, ngapain juga rapat jam 6-an pas hari libur gini. Kalo hari biasa sih wajar, soalnya jadwal kuliahnya sering bentrok. Seperti biasa, kalo rapat jam segini di korut pasti ada bapak-bapak yang lagi ngepel lantai. Dengan posisi rapat standar, biasanya kami harus bergeser ke depan dan ke belakang sesuai area yang sedang dipel. Berhubung posisi rapat kali ini agak berbeda, kami hanya perlu bergeser ke belakang satu kali, hoho XD

Ok, masuk ke bagian inti. Hasil evaluasi pribadi, belajar dari kesalahan hari ini (yg sebenarnya beberapa kali terulang) :

  • Jangan telat. Bahkan jangan terpikir untuk telat. Karena keterlambatan kita bisa jadi mendzalimi rekan kita yang datang tepat waktu, terutama untuk rapat yang tidak bisa dimulai tanpa kehadiran kita.
  • Tentukan apa yang ingin dihasilkan dari rapat. Setelah rapat tadi selesai saya baru sadar, apa ya hasil rapat barusan? Yang bikin notulen pun bingung…
  • Konfirmasikan rekan-rekan belum hadir pada waktunya. Istilah kerennya tabayyun. Buang jauh-jauh prasangka buruk.
  • Tetapkan tenggat waktu yang jelas untuk setiap agenda rapat.

Ya Allah, berilah kami kekuatan untuk mengubah apa yang dapat kami ubah, keikhlasan untuk menerima apa yang tidak dapat kami ubah, dan kebijaksanaan untuk membedakan keduanya…

Posted by: ikhfa | April 23, 2008

hidup untuk Hidup

Buat apa hidup?
Hidup untuk cari makan? Apa bedanya dengan kambing..
Hidup untuk cari uang? Apa bedanya dengan maling..
Lebih berharga jika hidup sesuai keinginan Yang Menciptakan Kehidupan..


inspired by A AGym

Posted by: ikhfa | March 14, 2008

Dunia vs Akhirat

“Dan kehidupan dunia ini, hanyalah permainan dan senda gurau. Sedangkan negeri akhirat itu,sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti?” [TQS. Al-An’aam: 32]

“Perbandingan dunia dengan akhirat adalah seperti orang yang mencelupkan salah satu jarinya ke dalam lautan, lihatlah berapa banyak air yang dapat ia ambil.” [HR. Muslim]

Posted by: ikhfa | March 10, 2008

Celakalah orang yang shalat (?)

“Maka celakalah orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap shalatnya..” [QS.Al-Ma’un(107): 3-4]

Sebenarnya sudah lama penasaran dengan maksud ayat-ayat ini. Yang menarik, ayat ini tidak langsung menyebutkan, “Maka celakalah orang-orang yang lalai dalam shalat..,” tapi dipisah menjadi dua ayat. Seolah-olah ayat yang pertama ini ingin menarik perhatian orang-orang dulu. Ya iyalah, siapa yang ga kaget kalo ternyata orang yang shalat pun masih bisa celaka. Kata “wail” pada ayat ke-3 ini bisa ditafsirkan sebagai kebinasaan atau kecelakaan. Bahkan ada sejumlah ahli yang menyebutkan bahwa “wail” adalah nama salah satu neraka. Wah! Orang yang shalat bisa masuk neraka!!?? Kok..?

Alhamdulillah rasa penasaran ini bisa cukup terobati, berhubung di rumah ada 4 (empat) buku tafsir tentang ayat ini (thanks to daddy :-) ). Jawabannya ada di ayat berikutnya, “(yaitu) orang-orang yang lalai terhadap shalatnya.” Keempat buku tersebut memberikan tafsir yang hampir berbeda tentang maksud dari “lalai dalam shalat.” Tapi memang kalo bicara tafsir, kita tidak bisa mengatakan bahwa tafsir ini salah dan tafsir itu benar, karena belum ada yg pernah bertanya langsung kepada Sang Pemfirman :D . Nah, yang dimaksud lalai itu..

      1. Shalatnya bolong-bolong, tergantung mood.
2.
Shalat, tapi ga ngerti makna dari shalatnya.
3.
Mengakhir-akhirkan shalat.
4.
Ga ikhlas. Menganggap shalat sebagai beban.
5.
Tidak sungguh-sungguh (khusyu’) dalam shalat.
6.
Ga ngerti apa yang dibaca. Shalatnya hanya jadi gerakan2 tanpa makna.

Subhanallah, Islam memang menekankan pentingnya kualitas dalam setiap aktivitas kita. Shalat pun ga bisa “asal beres.” Lagipula perintahnya kan menegakkan shalat, bukan sekedar mengerjakan shalat. Kalo dihubungkan dengan kuliah, maka mahasiswa yang “celaka” adalah mahasiswa yang..

      1. Dateng kuliahnya bolong-bolong, tergantung mood.
2.
Kuliah, tapi ga berusaha mengerti isi kuliah.
3.
Baru dateng saat limit menuju batas toleransi keterlambatan.
4.
Menganggap kuliah sebagai beban.
5.
Kuliah ga serius. Cuma niat ngisi daftar hadir.
6.
Ga ngerti apa yang dicatet.

:P [asa ngomongin diri sendiri]

Posted by: ikhfa | February 10, 2008

Pertanyaan yang …

Coba jawab pertanyaan2 berikut sebelum membaca paragraf berikutnya,

  1. Apakah kita ini pada dasarnya merupakan produk dari keturunan (gen) atau kondisi lingkungan?
  2. (tanpa maksud SARA) Kenapa orang Cina kaya-kaya?
  3. Kamu pilih kuliah atau organisasi?

Ketiga pertanyaan diatas saya sebut pertanyaan yang menjebak. Saya pernah terjebak dengan pertanyaan2 tersebut. Kenapa saya sebut menjebak? Karena pertanyaan2 tersebut membuat kita tidak mampu melihat pilihan2 lain diluar yang diberikan oleh pertanyaan tersebut.

Pertanyaan pertama, misalnya. Kebanyakan orang yang ditanya akan memilih antara kedua pilihan yang diberikan, tanpa memikirkan kemungkinan adanya faktor lain yang menentukan karakter seseorang. Pertanyaan kedua membuat orang fokus untuk memikirkan jawabannya tanpa mempertanyakan kebenaran dari pernyataan dari pertanyaan tersebut. Pertanyaan ketiga u know lah… Kunci jawaban (belum tentu bener c :P ) :

  1. Kita ini bukan hasil dari keturunan (gen atau sifat orang tua kita) maupun kondisi lingkungan atau pendidikan. Kita ini adalah produk dari pilihan yang kita buat sendiri, karena selalu ada ruang antara rangsangan dan tanggapan (Kalo mau lebih ngerti baca 7 Habits atau The 8th Habit)
  2. Kata siapa orang Cina kaya2? :P Sebagian c emang kaya…
  3. Terserah kalian ini mah, kalo saya pilih dua2nya… :D
Posted by: ikhfa | January 18, 2008

Pemberani ?

 

Pemberani bukanlah orang yang tidak pernah takut, melainkan orang yang berhasil mengalahkan rasa takutnya.. Takut mimpin rapat, takut jadi MC, takut ngomong di depan, sikat aja bleh!

Posted by: ikhfa | January 9, 2008

Bismillah…

Assalamu’alaykum wa rahmatullah wa barakatuh

Perkenalkan, mulai hari ini saya adalah Ikhsan Fanani :-) mohon bimbingannya..

Older Posts »

Categories