Posted by: ikhfa | March 10, 2008

Celakalah orang yang shalat (?)

“Maka celakalah orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap shalatnya..” [QS.Al-Ma’un(107): 3-4]

Sebenarnya sudah lama penasaran dengan maksud ayat-ayat ini. Yang menarik, ayat ini tidak langsung menyebutkan, “Maka celakalah orang-orang yang lalai dalam shalat..,” tapi dipisah menjadi dua ayat. Seolah-olah ayat yang pertama ini ingin menarik perhatian orang-orang dulu. Ya iyalah, siapa yang ga kaget kalo ternyata orang yang shalat pun masih bisa celaka. Kata “wail” pada ayat ke-3 ini bisa ditafsirkan sebagai kebinasaan atau kecelakaan. Bahkan ada sejumlah ahli yang menyebutkan bahwa “wail” adalah nama salah satu neraka. Wah! Orang yang shalat bisa masuk neraka!!?? Kok..?

Alhamdulillah rasa penasaran ini bisa cukup terobati, berhubung di rumah ada 4 (empat) buku tafsir tentang ayat ini (thanks to daddy :-) ). Jawabannya ada di ayat berikutnya, “(yaitu) orang-orang yang lalai terhadap shalatnya.” Keempat buku tersebut memberikan tafsir yang hampir berbeda tentang maksud dari “lalai dalam shalat.” Tapi memang kalo bicara tafsir, kita tidak bisa mengatakan bahwa tafsir ini salah dan tafsir itu benar, karena belum ada yg pernah bertanya langsung kepada Sang Pemfirman :D . Nah, yang dimaksud lalai itu..

      1. Shalatnya bolong-bolong, tergantung mood.
2.
Shalat, tapi ga ngerti makna dari shalatnya.
3.
Mengakhir-akhirkan shalat.
4.
Ga ikhlas. Menganggap shalat sebagai beban.
5.
Tidak sungguh-sungguh (khusyu’) dalam shalat.
6.
Ga ngerti apa yang dibaca. Shalatnya hanya jadi gerakan2 tanpa makna.

Subhanallah, Islam memang menekankan pentingnya kualitas dalam setiap aktivitas kita. Shalat pun ga bisa “asal beres.” Lagipula perintahnya kan menegakkan shalat, bukan sekedar mengerjakan shalat. Kalo dihubungkan dengan kuliah, maka mahasiswa yang “celaka” adalah mahasiswa yang..

      1. Dateng kuliahnya bolong-bolong, tergantung mood.
2.
Kuliah, tapi ga berusaha mengerti isi kuliah.
3.
Baru dateng saat limit menuju batas toleransi keterlambatan.
4.
Menganggap kuliah sebagai beban.
5.
Kuliah ga serius. Cuma niat ngisi daftar hadir.
6.
Ga ngerti apa yang dicatet.

:P [asa ngomongin diri sendiri]


Responses

  1. hiyaa…kok mirip sama postingan Aisar, San? :D

  2. @yumcatz –> eh, iya.. ah, beda ah..

  3. saya minta ya akh…
    copy paste bole khan??

  4. [...] post info By mas_adhi Categories: dakwah Celakalah orang yang shalat (?) [...]

  5. @mas_adhi : mangga

  6. ngomong2 tentang solat…. 8:35 …. salat, tapi kafir, apakah mungkin?

    ka ikhsan, apa bedanya mendirikan dg mengerjakan solat? mengapa selalu satu paket dg menunaikan zakat?

    ‘ mendirikan shalat, menunaikan zakat..’

    ??

  7. Kalo ada yang Sholatnya rajin tapi kuliahnya engga, gimana San? atau sebaliknya? keknya banyak yang kek gitu…

  8. @anbarsanti:
    hmm, kalo ada di Qur’an berarti mungkin, kan? :-) tapi yg dimaksud disitu (8:35), itulah cara “shalat” (atau ibadahnya) orang Quraisy dulu, dengan bersiul dan tepuk tangan. Jadi maksudnya bukan “shalat” yg kita kenal sekarang..

    Dari shalat kita belajar manajemen waktu, manajemen konsentrasi, ihsan, dll. Shalat mencegah perbuatan keji dan mungkar,.. Jadi menegakkan shalat berarti memahami esensinya dan terimplementasi dalam aktivitas sehari-hari.. (mungkin lho, sebaiknya tanya ustadz :-) )

    Shalat itu hubungannya langsung dg Allah, Zakat itu dg manusia. Mungkin salah satu hikmahnya, ibadah ritual harus disertai dengan ibadah sosial, ga bisa setengah-setengah..

    @albaz:
    gpp baz, terserah orangnya. Kalo mau sukses dunianya aja mangga.. kalo mau akhiratnya aja mangga.. kalo mau dua-duanya juga mangga.. :D

  9. moshi-moshi ikhsan-san
    wow postingannya ngena bgt d saya he2x…
    krn saya termasuk poin yg ke 3 n 6 dari postingan ini he2x…but I try to change ^_^


Leave a response

Your response:

Categories