Mencintai Sang Pemilik Cinta

Tiga perkara, apabila ketiga perkara itu ada pada diri seseorang, maka ia akan mendapatkan manisnya iman; apabila Allah dan Rasul-Nya lebih dicintai oleh dirinya dan tidak ada selain dari keduanya yang lebih dicintai, dan tidaklah ia mencintai seseorang kecuali cinta karena Allah, dan ia membenci kembali kepada kekufuran sebagaimana ia benci untuk dilemparkan kedalam api.” [1]

Seingat saya ada dua orang yang pernah bertanya ke saya, “Bagaimana caranya mencintai Allah?” Karena bukan ahli dalam masalah ini (lieur cinta2an mah) saya pun bertanya kepada beberapa orang. Ada yang menyarankan baca buku Tauhid-nya Syaikh at-Tamimy. Ada juga yang (tampak) mengerti tapi kesulitan menjelaskannya.

Jawaban yang cukup inspiratif dan praktis justru saya dapat dari bukunya Stephen R. Covey, 7 Habits of Highly Effective People. Di dalam buku tersebut diceritakan bahwa suatu hari ada yang mengadu kepada Covey bahwa dia sudah tidak lagi mencintai istrinya. Covey hanya mengatakan, “Kalau begitu cintailah istrimu.” Orang itu malah kebingungan, “Lha, udah dibilang udah ga cinta lagi..” Covey kemudian menjelaskan bahwa ‘cinta’ adalah kata kerja, bukan sekedar perasaan. Mencintai seseorang berarti berkorban untuknya, memberikan perhatian, melakukan hal-hal yang disukainya, sering mengingatnya, dsb. Mungkin itu juga yang bisa kita lakukan untuk menunjukkan rasa cinta kita pada Sang Cinta..

Luangkanlah banyak waktu untuk bertemu denganNya…

Sering-seringlah mengingatNya…

Rindulah bertemu denganNya…

Bersegeralah menyambut panggilanNya…

Lakukanlah hal-hal yang disukaiNya…

Tinggalkanlah hal-hal yang dibenciNya…

Lakukanlah yang terbaik, karena Dia selalu memperhatikanmu…

[…silakan tambahkan sendiri…]

Bagi yang sudah pernah merasakan jatuh cinta tentu bisa dengan mudah menerjemahkan ‘aktivitas-aktivitas cinta’ tersebut. Bagaimana kita selalu ingat namanya, tergetar ketika ada yang menyebut namanya, ingin selalu jadi orang pertama yang membantunya, ingin berbuat yang terbaik ketika dia melihat, mencari tahu hal-hal yang disukainya, dll. Entah apakah ini cukup menjawab. Bagaimana menurut Anda?

—————————-

[1]    Shahih Al-Bukhari no. 16, 21, 6401 dan 6941 dan Shahih Muslim no. 67 dan 68, HR. Tirmidzi no. 2624, dan HR. Nasa’i no. 4990, 4991, dan 4992.

4 thoughts on “Mencintai Sang Pemilik Cinta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s