100 Tingkat

Kenapa surga dan neraka diciptakan bertingkat-tingkat? Wallahu a’lam, terserah Allah itu mah, da Allah yang bikin.

Hanya mungkin hikmahnya.. bahwa orang baik dan orang jahat pun ada tingkatan-tingkatannya. Jadi yang sama-sama orang baik bisa jadi dapet tingkatan surga yang berbeda, yang sama-sama orang jahat juga bisa jadi dapet tingkatan neraka yang berbeda.

Dua orang yang sama-sama beramal di Karisma/Gamais/Himpunan misalnya. Bisa jadi yang satu dapet surga tingkat 23, dan yang satu lagi dapet surga tingkat 81. Waw! kok bisa? kalo kata mantan mentor sih, itu tergantung seberapa besar pengorbanan yang diberikan.

Pengorbanan tidak berbicara tentang angka/jumlah, melainkan persentase. Pengorbanan orang yang menyumbangkan Rp.1000 tapi cuma punya uang Rp.1200, (umumnya) lebih besar dibandingkan pengorbanan orang yang menyumbangkan Rp.100rb padahal punya uang Rp.1 milyar, karena persentasenya lebih besar. Pengorbanan mahasiswa yang menggunakan kendaraan umum untuk ke kampus, (umumnya) lebih besar dibandingkan mahasiswa yang menggunakan kendaraan pribadi.

Mungkin karena itulah ketika Umar ra. membandingkan infaqnya dengan infaq Abu Bakar ra., yang dilihat adalah persentasenya, bukan ukurannya. Umar ra. berinfaq setengah hartanya, Abu Bakar ra. berinfaq seluruhnya. Bukan melihat jumlah infaqnya…

Nah, karena hidup dan mati cuma sekali, dan di surga ntar bakal selamanya. Mending kejar surga tingkat yang paling tinggi. Dengan pengorbanan ‘paling tinggi’ juga, tentunya.. 😉

Iklan