4 Kerangka Berpikir Membaca Buku

Dikutip dari sebuah buku pengembangan diri…:

—————————————

Ada empat kerangka berpikir dasar seseorang dalam caranya membaca sebuah buku.

Kategori pertama adalah orang-orang yang bersikap menolak dan mengatakan bahwa “ini tidak akan berhasil.” “Saya sudah membaca lainnya dan tidak pernah berhasil pada saya.”

Kemudian kategori kedua adalah orang-orang yang mulai membaca dengan sikap “coba kita lihat saja.”  Mereka adalah orang-orang yang membaca buku secara pasif, melewatkan latihan-latihan yang ada dan hanya menunggu “siapa tahu ada ide-ide yang menarik.” Sayang sekali, meskipun mereka mungkin akan terhibur pada saat membaca atau menangkap ide-ide positif buku tersebut, namun mereka tidak melakukan apa pun.

Kemudian kategori ketiga adalah yang membaca buku dengan sikap “mari kita coba saja.” Orang-orang seperti ini akan membaca buku ini dan mengerjakan beberapa latihan saja yang menarik bagi mereka. Hanya itu yang mereka lakukan. Apakah mereka akan memperoleh sesuatu dari buku tersebut? Sulit dikatakan.

Dan kategori terakhir adalah orang-orang yang membaca buku dengan sikap “saya akan membaca buku ini dengan totalitas seratus persen.” Mereka membaca buku tersebut, menggarisbawahi konsep-konsep yang penting, dan terus menerus memperhatikan apa yang sudah mereka pelajari. Mereka mengerjakan semua latihan dengan rajin, dan mengambil setiap ide untuk diterapkan dalam hidup mereka sehari-hari. Mereka adalah orang-orang yang akan membuat perubahan besar dalam hidupnya, dengan berbagai pencapaian yang mereka peroleh.

(diambil dari Master Your Mind, Design Your Destiny – Adam Khoo, 2004)

Meskipun konteksnya adalah ketika membaca buku-buku tentang pengembangan diri, mau tidak mau jadi bertanya pada diri sendiri, “Kerangka berpikir yang mana yang sering saya gunakan ketika membaca Al-Quran?

Iklan