Jadilah (seperti) Orang Asing

25 Rabi’ul Akhir 1431 H

Dari Ibnu ‘Umar radhiyallaahu ‘anhumaa, ia berkata : “Rasulullaah SAW memegang pundakku lalu bersabda, ‘Jadilah engkau di dunia ini seakan-akan sebagai orang asing atau pengembara.'”

Tiba-tiba teringat hadits ini dalam perjalanan menuju kantor saat masa Kerja Praktek (KP) di Yogyakarta 2 tahun lalu. Ya, karena keberadaan saya di Jogja saat itu adalah sebagai ‘orang asing’. Jadi mencoba memikirkan, memangnya seperti apa sih orang asing itu?

Oiya, sebelum terlalu jauh, perlu diberitahukan bahwa tulisan ini bukanlah tafsir atau syarah dari hadits tersebut (apalah awak ini). Hanya tafakur singkat di atas motor dalam perjalanan menuju kantor =p

Jadi apa yang saya lakukan sebagai orang asing? Saya memperhatikan peta kota Jogja, me-list tempat-tempat wisata, tempat-tempat kuliner (=9), rumah teman dan saudara, event-event yang bakal ada selama masa KP, toko buku, masjid, dll. Intinya saya ingin membawa sesuatu saat pulang ke Bandung nanti, baik sekedar cerita, souvenir, makanan, atau apapun.

Dan setiap harinya saya berusaha menyempatkan diri untuk mengunjungi tempat-tempat tersebut. Pagi sebelum login di kantor, setelah pulang kerja, sampai hari libur pun ga mau terbuang begitu saja dengan bermalas-malasan! Bahkan pernah keluyuran sampai jam 11 malam dan membuat khawatir orang-orang di tempat saya menginap (pakde, bude, dan adek) =p. Pokoknya saya tidak mau masa KP yang singkat itu terbuang sia-sia tanpa memperoleh apapun!

Kalau dikaitkan dengan kehidupan dunia, maka ‘menjadi orang asing’ berarti memaksimalkan setiap sumber daya yang ada untuk mempersiapkan oleh-oleh untuk ‘pulang’ nanti. ‘Pulang’ disini berarti pulang ke kampung akhirat. Kita tidak bisa membawa pulang Candi Borobudur, tapi kita bisa membawa pulang cindera mata atau pengalaman menarik selama berkunjung kesana. Kita tidak bisa membawa ‘pulang’ harta dan segala yang kita miliki di dunia, tapi kita bisa membawa ‘pulang’ catatan amal kita bersamanya.

Selain konsep ‘oleh-oleh pulang’, satu hal yang penting lainnya adalah mengoptimalkan setiap waktu yang ada. Tentu karena orang asing memiliki waktu yang terbatas untuk berada di daerah singgahannya. Tentu karena waktu kita di dunia ini pun terbatas…

Lalu Ibnu ‘Umar radhiyallaahu ‘anhumaa berkata, “Jika engkau berada di waktu sore, maka janganlah menunggu pagi. Dan jika engkau di waktu pagi, maka janganlah menunggu sore. Dan pergunakanlah waktu sehatmu sebelum kamu sakit, dan waktu hidupmu sebelum kamu mati.”

[Hadits Riwayat Bukhari no. 6416]

6 thoughts on “Jadilah (seperti) Orang Asing

  1. Asw k’ikhfa. .wah blog.a keren euy. .Oia kang,mw nanya nih,gmn cra.a supaya tlisan qta yg d blog th bsa langsung ke publish d FB?kya tlsan akang yg ni,kan lgsng da d notes FB.a k’ikhfa..mohon bls ya. . NB: bls.a d blog aq aja kang,hehe. .skalian comment gt. .hehe. .almt.a @donnynineteens.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s