Strategi ‘MU’

Dari @faraziyya, dari buku Demi Hidup Lebih Baik, terangkum…


Adalah kaidah dalam Islam, karena Allah menciptakan surga dan neraka, berarti Allah memang telah menyiapkan penghuninya. Dan itu artinya, kita tidak akan semuanya masuk surga. Jika Allah mau, maka Allah akan memberi petunjuk pada semua manusia, Allah akan mencabut syahwat, Allah akan mematikan setan. Tapi skenario kehidupan tidak demikian. Di ujung hidup ada surga dan neraka, dan di awal perjalanan ada setan dan syahwat.

Maka dimulailah panggung kehidupan manusia. Manusia melawan syahwat dan setan dalam waktu bersamaan. Allah memang menurunkan pembantu2 untuk menolong manusia, tapi tidak menyeluruh. Dan tentu saja, setan tetap tidak dimatikan. Allah hanya memberi manusia ‘perlengkapan tempur dan perang’ . Bagaimana cara dan strategi kita bertempur dan berperang, dikembalikan pada manusia itu sendiri. Dan inilah kaidahnya, surga tidak diberikan kepada manusia secara cuma-cuma. Pahami kaidah ini, dan mari kita menyiapkan diri melakukan ‘pertempuran’.

Selain kaidah diatas, ada beberapa hal yang perlu dipahami: Iman berada dalam hati yang sifatnya berubah-ubah, tidak permanen. Juga bahwa aturan dalam agama tidak menghilangkan kekuatan2 jahat dalam hati manusia, tetapi me-minimalisasi-nya. Karena itu, dosa adalah keniscayaan. Yang dalam keniscayaan itu, Allah telah persiapkan jalan kembali bernama taubat.

Allah ciptakan receiver dalam diri kita untuk menerima godaan setan, bernama syahwat. Itu telah disiapkan bahkan sejak kita terlahir ke dunia. Dan diluar diri, ada setan yang selalu siap mengirimkan sinyal2 negatifnya. Inilah inti persoalan utama. Ada  tujuh cara setan dalam mempengaruhi manusia. Dan setelah mengetahui  tujuh cara ini, cari tahu, kita berada di tingkat berapa?

Pertama, setan selalu mengajak manusia untuk syirik atau kufur. Kalau lolos dari jebakan pertama, setan tidak putus asa, dan telah menyiapkan jebakan kedua, yakni: bid’ah. Bid’ah adalah melaksanakan ibadah dalam agama, tanpa pengetahuan. Juga adalah kejahatan terbesar setelah syirik. Mereka menambah2 apa yang tidak perlu ditambah dan megurangi apa yang seharusnya tidak boleh dikurangi. Karena bid’ah, semua amalan yang kita lakukan menjadi batal. Dan bid’ah ini berpotensi merusak agama itu sendiri.

Kalau kita memiliki iman, kita akan lolos dari jebakan pertama. Dan ketika kita berilmu, kita akan lolos dari jebakan kedua.

Tapi ia (setan), sudah menyiapkan jebakan yang ketiga, dosa-dosa besar. Asal usul dosa besar (menurut Ibnu Qayyim), ada empat: dosa binatang ternak, dosa binatang buas, dosa setan, dan dosa kekuasaan. Dosa binatang ternak yaitu makanan & seksual. Dosa binatang buas adalah membunuh, mengintimidasi, merampas, dan melakukan kekerasan. Dosa seperti ini tidak banyak pelakunya, karena pelaku harus memiliki kekuasaan dan kekuatan, kemauan dan keberanian.

Dosa setan, yakni menipu, memperdaya, memanipulasi, pekerjaannya membuat makar. Bagi pelaku dosa (setan) ini, dibutuhkn kecerdasan diatas rata-rata. Biasanya mereka politisi, intelijen, pedagang, perekayasa kejadian. Asal usul dosa ke-4 (paling tinggi), dosa kekuasaan: pelakunya suka memperhamba manusia lain dan senang dituhankan.

Ketahuilah, tabiat dosa: ia selalu berusaha mengajak kita mengunjungi ‘saudara-saudara’nya (beragam dosa) yang lain. Ada yang imannya cekup kuat untuk bertahan di depan dosa-dosa besar, mereka lolos karena memiliki ketakwaan yang cukup tinggi kepada Allah SWT. Tapi dengan tidak putus asanya, setan telah menyiapkan jebakan lain, yakni: dosa-dosa kecil.

Dia memang tidak berzina, tapi melihat sedikit bolehlah. Dia tidak mncuri, tapi mencicipi sedikit tidakk masalah. Dia tidak menipu, tapi tidak jujur tak jadi soal. Sepanjang hari, kita memang banyak melakukan kebaikan. Tapi di saat yang yang sama, kita juga terus-menerus melakukan dosa-dosa kecil. Sebenarnya, Allah sudah menyiapkan mekanisme pembersihan dosa-dosa kecil: wudhu diantara waktu shalat, dll. Tapi persoalannya, ide besar memperbanyak dosa-dosa kecil ini adalah: Membunuh Imunitas Kita Terhadap Perasaan Berdosa.

Meski begitu, ada sekelompok manusia yang mempunyai sikap wara’ yang sangat tinggi. Sensitivitasnya atas dosa sangat tinggi, betapapun kecil jenis dosanya. Untuk mereka yang seperti ini, setan telah menyiapkan tahapan selanjutnya, yakni: memperbanyak perbuatan mubah.

Dampak perbuatan mubah terhadap ibadah seseorang, mengusik formula penggunaan waktu oleh seorang muslim: 1 unit waktu = 1unit amal. Inilah konsep setan memanipulasi manusia. Mubah, memang kita tidak melakukan dosa tapi juga tidak mencetak pahala. Jika dibiarkan, akan mengganggu yang lain. Kita harus merancang kehidupan kita berputar di antara wajib dan sunnah. Bahkan kita harus mengubah sesuatu yang mubah menjadi pahala (dengan membenarkan niat). Tapi ketika ada orang yang mampu mengubah yang mubah menjadi pahala, setan tidak menyerah dan telah menyiapkan jebakan kelima: jebakan pengurangan.

Dibuat untuk berdosa, setan tidak bisa. Didorong untuk melakukan perbuatan mubah pun susah. Maka setan membujuk kita mengurangi pahala.

Tapi ada manusia yang sampai pada kelas kesempurnaan. Biasanya yang sampai kelas ini adalah para nabi. Pada tahap ini setan akan menyerang langsung secara fisik. Coba perhatikan, makin beriman seseorang makin ia dibenci oleh manusia lainnya. Setan menggerakkan tentaranya menciptakan rasa benci pada sosok-sosok ini.

Sekarang pertanyaannya adalah: ada di kelas berapa kita menghadapi setan? Ada yang grafiknya terus meningkat, tapi ada yang turun. Tapi yang penting adalah: menentukan finishnya. Semoga kita mampu mengakhiri cerita hidup kita dengan garis grafik yang paling tinggi di garis finish.

Hal yang membuat kita stabil dalam berbagai kondisi adalah ilmu. Karenanya, penambahan ilmu harus dilakukan terus-menerus (juga pengetahuan tentang diri dan setan). Biasakan berada di lingkungan orang-orang shaleh. Lakukan terus-menerus usaha untuk mengontrol gerakan hati & motif. Lakukan juga zikrul maut. Kenali kelemahan diri dan kontrol kondisinya. Semoga Allah melancarkan ikhtiar kita untuk terus berada pada posisi stabil dalam kebaikan.

 


Semoga bermanfaat…😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s