Izzatul Islam – Senandung Perjuangan

mari bersenandung sejenak.. 😉


Hidup adalah perjuangan
Tegakkan panji kebenaran
Tanpanya hidup percuma
Hingga sesal di akhir masa

Aral lintang selalu menghadang
Jadi sebuah kepastian
Namun jiwa tak kenal gentar
Langkah ini kan terus berjalan

Karena dakwah nafas kehidupan
Tarbiyah sendi perjuangan
Membentuk generasi rabbani
Junjung tinggi kalimat Illahi

Takkan gentar takkan pernah ragu
Walau musuh menerjang menderu
Berbekal taqwa terus melaju
Ridho-Nya jua kan dituju

Duhai ayah bunda tercinta
Relakan nanda pergi berjuang
Di bawah naungan panji Islam
Doa restu selalu kudambakan

Wahai mukminin, bangkitlah bangkitlah
Bersabar, bersatu, bertaqwa
Kepal jarimu, tegak jiwamu
Kemenangan Islam 'kan menjelang

Lisan 2.0

Era Informasi. Era informasi telah melahirkan saudara baru bagi lisan-lisan kita. Saudara baru itu kemudian diberi nama teks.

Namun kita mafhum, sesuai firmanNya dalam Al-Balad, bahwa lisan kita -dan derivat-derivatnya- hanyalah organ netral yang terbentang di depannya dua jalan. Lisan mampu menyatakan keimanan, lisan juga yang mampu menyatakan kekufuran. Lisan bisa menebarkan dusta dan kebencian, lisan juga yang bisa menyebarkan rahmat dan kebenaran. Lisan dapat menjatuhkan kita ke dasar neraka, lisan juga yang dapat mengantarkan kita meraih kedudukan terbaik di sisi-Nya.

Kini zaman sudah berubah. Yup, hanya zamannya. Apa kita ikut berubah? Belum tentu. Yang jelas lisan kita kini semakin ‘panjang’. Kalau dulu memuji atau mencaci itu mesti dilakukan di hadapan orang, sekarang dari kamar mandi pun bisa! Kalau dulu memberi nasihat harus dilakukan dari jarak dekat, sekarang dari atas genteng pun bisa! Kalau dulu ngegosip dan membicarakan aib itu sambil kongkow-kongkow, maka sekarang sambil push-up pun bisa!

Pada akhirnya, berbagai fasilitas yang bermunculan di era ini, sejatinya hanya memperjelas siapa diri kita sebenarnya. Namun yang jelas kita perlu berhati-hati. Karena setiap hal yang dulunya hanya dapat keluar melalui lisan, kini dapat pula keluar melalui teks. 24 Jam! Sehingga jika lisan mendapat porsi hisab yang cukup besar di hari kiamat kelak, maka bagi kita pengguna lisan 2.0, barangkali ‘jempol’ kita pun akan memiliki porsi hisab yang cukup besar. Wallaahu a’lam.

*nb: mungkin bagus juga membudayakan istighfar setiap ngetwit, komen, atau update status.. 😉