Mengubah Dunia dengan Komen dan Nge-Like

Ok, mungkin judulnya agak lebay. Tapi biarlah, toh tukang batu pun boleh bercita-cita membangun peradaban ๐Ÿ˜‰

Mengenai ini tampaknya sudah diketahui sebagian besar pengguna facebook, namun belum termanfaatkan dengan optimal.

Begini, dalam facebook ada sebuah fitur bernama Top News pada News Feed. Top News ini adalah kumpulan update dari teman-teman yang mendapat rating paling tinggi. Top News ini akan otomatis ditampilkan ketika kita baru melakukan login lagi setelah jangka waktu tertentu.

Bagaimana sebuah update bisa mendapat rating yang tinggi? Berdasarkan pengamatan setidaknya ada 3 (tiga) aspek yang dinilai: [1] jumlah ‘like’, [2] jumlah komen, dan [3] waktu update (semakin baru, nilainya semakin tinggi).

Nah, berarti dengan mengomentari atau menge-like sebuah status / update, semakin besar kemungkinan status / update tersebut untuk menjadi Top News dan menjadi update pertama yang dilihat teman-teman kita ketika login. Semakin besar kemungkinan status / update tersebut menjadi info pertama yang masuk ke otak teman-teman kita.

Kalau yang kita sentuh (untuk mempermudah menyebut ‘like atau komen’) adalah update yang baik, benar, dan bermanfaat, maka itulah yang akan lebih cepat masuk ke otak teman-teman kita.
Kalau yang kita sentuh adalah update yang kurang penting, maka itu juga yang akan lebih cepat sampai pada teman-teman kita.
Kalau yang kita sentuh adalah update yang memicu perselisihan dan permusuhan (pokoknya yang jelek-jelek dah), maka itu pula yang akan lebih cepat tertanam di benak teman-teman kita.

Maka berhati-hatilah, dan manfaatkanlah sepersekian detik yang Anda gunakan untuk menyentuh sebuah status / update. Barangkali itulah yang menentukan akan seperti apa wajah dunia di masa yang akan datang.

๐Ÿ˜‰

ููŽู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุนู’ู…ูŽู„ู’ ู…ูุซู’ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฐูŽุฑู‘ูŽุฉู ุฎูŽูŠู’ุฑู‹ุง ูŠูŽุฑูŽู‡ู . ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุนู’ู…ูŽู„ู’ ู…ูุซู’ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฐูŽุฑู‘ูŽุฉู ุดูŽุฑู‘ู‹ุง ูŠูŽุฑูŽู‡ู

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.
[TQS. Al-Zalzalah: 7-8]

Kecil-Kecil Jadi Jagoan

Semua superhero -baik yang berasal dari Amerika, Jepang, Indonesia, maupun dari seluruh mancanegara lainnya- umumnya datang dengan membawa suatu misi yang sama: membela kebenaran dan membasmi kejahatan. Satu atau dua superhero sudah cukup untuk menjaga seluruh kota. Bagaimana jika satu kota isinya superhero semua?

Haha, becanda ya?

Serius! Ternyata ada sebuah peradaban yang mengajarkan para orang tua untuk mempersiapkan anak-anaknya menjadi superhero. Gak percaya? Berikut kutipan dari buku referensi utama peradaban tersebut,

“Wahai anakku! Laksanakanlah shalat dan suruhlah (manusia) berbuat yang ma’ruf dan cegahlah (mereka) dari yang munkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu..”
[TQS. Luqman: 17]

Yap, demikianlah peradaban Islam mengajari kita (salah satu) cara mendidik anak-anak kita. Yaitu dengan menanamkan benih-benih kepahlawanan itu sejak dini. Yaitu dengan menumbuhkan semangat membela kebenaran dan membasmi kejahatan (amar ma’ruf dan nahi munkar) itu sejak kecil. Wallaahu a’lam.

๐Ÿ˜‰

[credit to Husni Mubarak]

Jalan yang Nikmat, atau Jalan Orang-Orang yang Diberi Nikmat?

“Tunjukkanlah kami jalan yang lurus. (Yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka.” [TQS. Al-Faatihah: 5-6]

Demikian do’a yang kita sampaikan -minimal- tujuh belas kali dalam satu hari. Nah, siapakah orang-orang yang telah dianugerahkan nikmat tersebut? Ibnu Katsir, senada dengan yang disampaikan Ibnu Abbas, menafsirkan bahwa orang-orang tersebut adalah orang-orang yang disebutkan Allah dalam QS. An-Nisaa’: 69, yaitu para nabi, shiddiqin, syuhada’ dan orang-orang shalih. Uniknya, jalan orang-orang diberi nikmat ini, rasanya sulit untuk dikatakan sebagai sebuah jalan yang ‘nikmat’ (secara zhahir)..

๐Ÿ˜‰

[Buku] Broken Crucifix – Detik Detik Hancurnya Tentara Salib

Broken Crucifix

Judul Terjemahan: Broken Crucifix, Detik-Detik Hancurnya Tentara Salib

Judul Asli: Da’watu al-Imam al-Ghazali fi at-Tajdiid wa al-Islaah (Dakwah Imam Al-Ghazali dalam Pembaharuan dan Perbaikan)

Penulis: Dr. Ir. Ali Muhammad Ash-Shalaby

Penerbit: Lentera Optima Pustaka (LOP)

Tebal Buku: xviii + 202 halaman

..bahwa penyakit yang paling kronis adalah tidak adanya ‘dokter’. Karena para ‘dokter’ yang berperan sebagai ulama, sedang mengidap penyakit kronis itu pula.” -Imam Al-Ghazali

Jika Anda berharap akan membaca kisah heroik perjuangan Nuruddin Zanki atau Shalahuddin Al-Ayyubi dalam Perang Salib, maka bersiap-siaplah untuk kecewa ;). Yap, judul terjemahan yang diberikan oleh penerbit memang agak misleading, karena buku ini tidak membahas mengenai kisah Perang Salib, selain beberapa halaman terakhir yang membahas kiprah Nuruddin Zanki dan Shalahuddinย  Al-Ayyubi secara umum. Judul asli dari buku ini mungkin bisa lebih tepat menjelaskan isi dari buku ini, yaitu mengenai “Dakwah Imam Al-Ghazali dalam Pembaharuan dan Perbaikan.

Kisah dalam buku ini berawal pada tahun 455 H, yaitu saat pengangkatan Nizhamul Mulk (Hasan bin Ali bin Ishaq at-Thusy) sebagai Menteri oleh Sultan Alib Arsalan, sekitar 120 tahun sebelum pembebasan Yerusalem dari cengkraman Pasukan Salib. Masyarakat pada masa itu tengah mengalami berbagai ‘penyakit kronis’ yang menjangkiti pemikiran dan aqidah mereka. Hal ini ditandai dengan berkembangnya aliran Syiah Rafidhah, Bathiniyah, Tsanawiyah, Tasawwuf yang menyimpang, Filsafat, dan lain-lain.

Nah, buku ini mengupas sepak terjang Nizhamul Mulk dan Imam Al-Ghazali dalam membersihkan berbagai paham dan aliran menyimpang yang berkembang dalam tubuh ummat, serta membangun basis keilmuan yang berlandaskan sumber-sumber asli ajaran Islam. Shalahuddin Al-Ayyubi pun nantinya adalah salah satu ‘produk’ dari rekayasa ini.

Nah, dari kisah dalam buku ini kita belajar untuk menyadari pentingnya menelisik akar permasalahan ummat (tipping point, dalam bahasa Malcolm Gladwell) dan panjangnya perjalanan untuk memperbaiki dan membangun generasi. Wallaahu a’lam.

Strategi ‘MU’

Dari @faraziyya, dari buku Demi Hidup Lebih Baik, terangkum…


Adalah kaidah dalam Islam, karena Allah menciptakan surga dan neraka, berarti Allah memang telah menyiapkan penghuninya. Dan itu artinya, kita tidak akan semuanya masuk surga. Jika Allah mau, maka Allah akan memberi petunjuk pada semua manusia, Allah akan mencabut syahwat, Allah akan mematikan setan. Tapi skenario kehidupan tidak demikian. Di ujung hidup ada surga dan neraka, dan di awal perjalanan ada setan dan syahwat.

Maka dimulailah panggung kehidupan manusia. Manusia melawan syahwat dan setan dalam waktu bersamaan. Allah memang menurunkan pembantu2 untuk menolong manusia, tapi tidak menyeluruh. Dan tentu saja, setan tetap tidak dimatikan. Allah hanya memberi manusia ‘perlengkapan tempur dan perang’ . Bagaimana cara dan strategi kita bertempur dan berperang, dikembalikan pada manusia itu sendiri. Dan inilah kaidahnya, surga tidak diberikan kepada manusia secara cuma-cuma. Pahami kaidah ini, dan mari kita menyiapkan diri melakukan ‘pertempuran’.

Selain kaidah diatas, ada beberapa hal yang perlu dipahami: Iman berada dalam hati yang sifatnya berubah-ubah, tidak permanen. Juga bahwa aturan dalam agama tidak menghilangkan kekuatan2 jahat dalam hati manusia, tetapi me-minimalisasi-nya. Karena itu, dosa adalah keniscayaan. Yang dalam keniscayaan itu, Allah telah persiapkan jalan kembali bernama taubat.

Allah ciptakan receiver dalam diri kita untuk menerima godaan setan, bernama syahwat. Itu telah disiapkan bahkan sejak kita terlahir ke dunia. Dan diluar diri, ada setan yang selalu siap mengirimkan sinyal2 negatifnya. Inilah inti persoalan utama. Adaย  tujuh cara setan dalam mempengaruhi manusia. Dan setelah mengetahuiย  tujuh cara ini, cari tahu, kita berada di tingkat berapa?

Pertama, setan selalu mengajak manusia untuk syirik atau kufur. Kalau lolos dari jebakan pertama, setan tidak putus asa, dan telah menyiapkan jebakan kedua, yakni: bid’ah. Bid’ah adalah melaksanakan ibadah dalam agama, tanpa pengetahuan. Juga adalah kejahatan terbesar setelah syirik. Mereka menambah2 apa yang tidak perlu ditambah dan megurangi apa yang seharusnya tidak boleh dikurangi. Karena bid’ah, semua amalan yang kita lakukan menjadi batal. Dan bid’ah ini berpotensi merusak agama itu sendiri.

Kalau kita memiliki iman, kita akan lolos dari jebakan pertama. Dan ketika kita berilmu, kita akan lolos dari jebakan kedua.

Tapi ia (setan), sudah menyiapkan jebakan yang ketiga, dosa-dosa besar. Asal usul dosa besar (menurut Ibnu Qayyim), ada empat: dosa binatang ternak, dosa binatang buas, dosa setan, dan dosa kekuasaan. Dosa binatang ternak yaitu makanan & seksual. Dosa binatang buas adalah membunuh, mengintimidasi, merampas, dan melakukan kekerasan. Dosa seperti ini tidak banyak pelakunya, karena pelaku harus memiliki kekuasaan dan kekuatan, kemauan dan keberanian.

Dosa setan, yakni menipu, memperdaya, memanipulasi, pekerjaannya membuat makar. Bagi pelaku dosa (setan) ini, dibutuhkn kecerdasan diatas rata-rata. Biasanya mereka politisi, intelijen, pedagang, perekayasa kejadian. Asal usul dosa ke-4 (paling tinggi), dosa kekuasaan: pelakunya suka memperhamba manusia lain dan senang dituhankan.

Ketahuilah, tabiat dosa: ia selalu berusaha mengajak kita mengunjungi ‘saudara-saudara’nya (beragam dosa) yang lain. Ada yang imannya cekup kuat untuk bertahan di depan dosa-dosa besar, mereka lolos karena memiliki ketakwaan yang cukup tinggi kepada Allah SWT. Tapi dengan tidak putus asanya, setan telah menyiapkan jebakan lain, yakni: dosa-dosa kecil.

Dia memang tidak berzina, tapi melihat sedikit bolehlah. Dia tidak mncuri, tapi mencicipi sedikit tidakk masalah. Dia tidak menipu, tapi tidak jujur tak jadi soal. Sepanjang hari, kita memang banyak melakukan kebaikan. Tapi di saat yang yang sama, kita juga terus-menerus melakukan dosa-dosa kecil. Sebenarnya, Allah sudah menyiapkan mekanisme pembersihan dosa-dosa kecil: wudhu diantara waktu shalat, dll. Tapi persoalannya, ide besar memperbanyak dosa-dosa kecil ini adalah: Membunuh Imunitas Kita Terhadap Perasaan Berdosa.

Meski begitu, ada sekelompok manusia yang mempunyai sikap wara’ yang sangat tinggi. Sensitivitasnya atas dosa sangat tinggi, betapapun kecil jenis dosanya. Untuk mereka yang seperti ini, setan telah menyiapkan tahapan selanjutnya, yakni: memperbanyak perbuatan mubah.

Dampak perbuatan mubah terhadap ibadah seseorang, mengusik formula penggunaan waktu oleh seorang muslim: 1 unit waktu = 1unit amal. Inilah konsep setan memanipulasi manusia. Mubah, memang kita tidak melakukan dosa tapi juga tidak mencetak pahala. Jika dibiarkan, akan mengganggu yang lain. Kita harus merancang kehidupan kita berputar di antara wajib dan sunnah. Bahkan kita harus mengubah sesuatu yang mubah menjadi pahala (dengan membenarkan niat). Tapi ketika ada orang yang mampu mengubah yang mubah menjadi pahala, setan tidak menyerah dan telah menyiapkan jebakan kelima: jebakan pengurangan.

Dibuat untuk berdosa, setan tidak bisa. Didorong untuk melakukan perbuatan mubah pun susah. Maka setan membujuk kita mengurangi pahala.

Tapi ada manusia yang sampai pada kelas kesempurnaan. Biasanya yang sampai kelas ini adalah para nabi. Pada tahap ini setan akan menyerang langsung secara fisik. Coba perhatikan, makin beriman seseorang makin ia dibenci oleh manusia lainnya. Setan menggerakkan tentaranya menciptakan rasa benci pada sosok-sosok ini.

Sekarang pertanyaannya adalah: ada di kelas berapa kita menghadapi setan? Ada yang grafiknya terus meningkat, tapi ada yang turun. Tapi yang penting adalah: menentukan finishnya. Semoga kita mampu mengakhiri cerita hidup kita dengan garis grafik yang paling tinggi di garis finish.

Hal yang membuat kita stabil dalam berbagai kondisi adalah ilmu. Karenanya, penambahan ilmu harus dilakukan terus-menerus (juga pengetahuan tentang diri dan setan). Biasakan berada di lingkungan orang-orang shaleh. Lakukan terus-menerus usaha untuk mengontrol gerakan hati & motif. Lakukan juga zikrul maut. Kenali kelemahan diri dan kontrol kondisinya. Semoga Allah melancarkan ikhtiar kita untuk terus berada pada posisi stabil dalam kebaikan.

 


Semoga bermanfaat… ๐Ÿ˜€

Doa

Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami..
Jalan yang dilalui oleh orang-orang terbaik sebelum kami
Jalan yang dilalui oleh orang-orang terbaik dari pengikut-Mu
Jalan yang dilalui oleh para nabi dan rasul
Jalan yang dilalui oleh orang-orang yang ridha kepada-Mu dan Engkau ridha kepada mereka
Jalan yang dilalui oleh para syuhada’
Jalan yang dilalui oleh orang-orang shiddiiq dan orang-orang shalih
Jalan yang dilalui oleh orang-orang yang kelak mewarisi surga firdaus-Mu, ya Allah..

Tunjukkanlah jalannya bagi kami, ya Allah..
Dan karuniakanlah bagi kami,
Keistiqamahan dalam menempuhnya
Kaki yang cukup kokoh untuk menapaki segala rintangannya
Dan pundak yang cukup lebar untuk memikul setiap beban amanah
yang Engkau berikan pada kami di jalan ini dengan sebaik-baiknya, ya Allah..

Aamiin..