Jalan yang Nikmat, atau Jalan Orang-Orang yang Diberi Nikmat?

“Tunjukkanlah kami jalan yang lurus. (Yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka.” [TQS. Al-Faatihah: 5-6]

Demikian do’a yang kita sampaikan -minimal- tujuh belas kali dalam satu hari. Nah, siapakah orang-orang yang telah dianugerahkan nikmat tersebut? Ibnu Katsir, senada dengan yang disampaikan Ibnu Abbas, menafsirkan bahwa orang-orang tersebut adalah orang-orang yang disebutkan Allah dalam QS. An-Nisaa’: 69, yaitu para nabi, shiddiqin, syuhada’ dan orang-orang shalih. Uniknya, jalan orang-orang diberi nikmat ini, rasanya sulit untuk dikatakan sebagai sebuah jalan yang ‘nikmat’ (secara zhahir)..

😉